Buah Burahol, buah kepel yang langka

Advertisement
Buah burahol atau buah kepel (Stelechocarpus burahol), buah kegemarannya putri keraton, kini keberadaannya sudah langka. Dikatakan pohon langka karna katanya hanya dapat ditemui di kawasan keraton Yogyakarta, TMII, Taman Kiai Langgeng Magelang, dan Kebun Raya Bogor.

Mungkin ada yang mengenal Buah Burahol dengan nama lain di daerah Anda. Di beberapa daerah di Indonesia, pohon kepel dikenal dengan nama kecindul, cindul, simpol, burahol, dan turalak. Dalam bahasa Inggris tumbuhan langka ini dikenal dengan nama Kepel Aple. Dan dalam bahasa ilmiah yaitu Stelechocarpus burahol.

Buah Burahol, buah kepel yang langka
Buah Burahol atau Kepel (Wikipedia)

Manfaat Buah Burahol ATau Buah Kepel

Buah kepel dipercaya memiliki manfaat dalam hal kecantikan, terutama untuk menghilangkn bau badan. Mungkin karena itulah, buah burahol menjadi salah satu kegemaran putri keraton jawa.

Manfaat buah burahol (kepel) lainnya yaitu pada daging buahnya, dipercaya mempunyai khasiat memperlancar air kencing, mencegah inflamasi ginjal.

Kayu pohon Kepel (Stelechocarpus burahol) dapat digunakan sebagai bahan industri atau bahan perabot rumah tangga dan bahan bangunan yang tahan lebih dari 50 tahun.

Daun kepel bisa juga dimanfaatkan untuk mengatasi asam urat. Lalap daun kepel mampu menurunkan kadar kolesterol.

Orang yang tidak menyukai lalap dapat minum rebusan daun kepel untuk menurunkan kadar kolesterol. Rebusan ini dibuat dari 7 lembar daun kepel dan 3 gelas air. Air dan daun kepel ini kemudian direbus sampai tersisa satu setengah gelas. Air rebusan daun kepel ini diminum dua kali sehari, masing-masing sebanyak tiga perempat gelas.

Melihat banyak manfaatnya, mudah-mudahan pohon kepel tidak benar-benar punah. Kepunahan pohon kepel bisa dicegah kalau ada usaha untuk menanam di pekarangan sendiri.
Advertisement
Buah Burahol, buah kepel yang langka | Najla Alliya | 5