Efek Samping dari Mengunyah Permen Karet

Permen karet dianggap bermanfaat bagi kesehatan, karena rendah kalori, menekan nafsu makan dan dapat membantu mengurangi tingkat stres. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa permen karet memiliki beberapa efek samping yang mungkin membuat Anda ingin mengunyahnya kembali.

Berikut beberapa efek samping yang dihasilkan daripada mengunyah permen karet.

Menyebabkan Anda untuk makan junk food
Sebuah studi menemukan permen karet mint rasa mengurangi asupan seseorang dari makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran, dan menyebabkan mereka untuk memakan makanan sampah seperti keripik dan permen. Para peneliti menyimpulkan bahwa rasa minty menyebabkan buah-buahan dan sayuran untuk rasa pahit, menyebabkan orang untuk memilih opsi tidak sehat.

Menyebabkan masalah sendi
Permen karet dapat menyebabkan kondisi yang disebut gangguan sendi temporomandibular (TMJ), yang menyebabkan rasa sakit pada otot dan sendi yang menghubungkan tulang rahang ke tengkorak.

Dapat menyebabkan masalah pencernaan
Ketika mengunyah permen karet, Mulut cenderung menelan banyak udara, yang dapat menyebabkan sakit perut dan kembung dan menyebabkan masalah pencernaan. Permen karet juga mengandung pemanis buatan seperti sorbitol dan manitol yang dapat menyebabkan diare. Pemanis buatan juga telah dikaitkan dengan alergi, sakit kepala, dan iritasi.
Efek Samping dari Mengunyah Permen Karet

Merusak gigi 
Permen karet manis menggenangi gigi dengan gula dan menyebabkan erosi gigi dan pembusukan.

Masuknya merkuri ke dalam tubuh 
Penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet melepaskan merkuri dari tambalan tersebut ke dalam sistem pencernaan Anda, yang berbahaya karena merkuri beracun bagi manusia.

Menghambat pertumbuhan
Remaja yang mengunyah permen karet banyak selama masa pubertas mungkin memiliki wajah tidak teratur masa dewasa nanti. Hal ini karena tindakan mengunyah permen karet merangsang tulang rahang dan otot-otot wajah, sehingga wajah lebih besar.

Demikian beberapa efek samping dari mengunyah permen karet. Masih mau mengonsumsinya?